Surga Makanan di Semarang adanya di Simpang Lima
Pecel Yu SriMeskipun hanya menggunakan tenda dan berada di pinggir jalan di Simpang Lima, Pecel Yu Sri tidak pernah sepi didatangi pengunjung. Apalagi saat hari-hari besar seperti lebaran bulan lalu, warung tenda Yu Sri selalu penuh dan ramai. Padahal tempatnya sangat sederhana. Barang dagangan berupa sayuran, rempeyek, sate, tempe, tahu dan bumbu pecel di taruh d iatas meja. Keliling meja diletakkan bangku-bangku. Orang yang mau cicipi pecel Yu Sri, bisa mengambil duduk di tempat tersebut. Kalau ke Yu Sri, butuh kesabaran dan lucky. Pasalnya, pengemar pecelnya sangat banyak hingga meluber ke luar tenda. Saking ramainya, orang rela berdiri untuk menunggu gilirannya.

Yu Sri sudah 35 tahun berjualan pecel. Awalnya ia berjualan keliling dari kampung ke kampung sebelum akhirnya mondok di simpang lima. Karena itu tak mengherankan jika pelanggan dari Yu Sri sudah sangat banyak. Tidak hanya warga kota Semarang tapi juga luar kota yang lagi berlibur seperti Jepara, Pati, Salatiga, Sukabumi, hingga Jakarta. Pecel Yu Sri tidak beda dengan pecel pada umumnya, ada toge, daun pepaya, kembang turi, daun singkong, dan kecipir. Pelengkap lainnya ada sate usus, telur ceplok, lempela, babat, iso, ayam, daging dan lain-lain. Pengunjung tinggal memilih apa yang ia suka. Tidak tahu apa sebabnya pecel Yu Sri banyak yang suka. Uniknya, makan pecel Yu Sri tidak pakai piring tapi pakai daun pisang yang dibentuk menjadi piring. Mungkin karena kental dengan nuansa kedaerahan (back to nature), orang jadi demen dengan pecel Yu Sri.
Tahu Petis PrasojoBergeser ke kiri, kita bisa jumpai penjual tahu petis Prasojo. Seperti pecel Yu Sri, tahu petis prasojo juga hanya ada malam hari saja. Di tempat ini menjual aneka gorengan dari tape goreng, lunpia, pisang, tahu susur, tempe mendoan, dan sukun goreng. Dari sekian gorengan yang ditawarkan yang paling laris manis adalah tahu dengan isi petis dan goreng mendoan. Buktinya, kedua gorengan ini yang paling banyak peminatnya. Baru matang saja langsung diserbu pembeli. Bahkan diantara pembeli ada yang saling rebutan untuk saling dulu-duluan mendapatkannya. Harganya per potong hanya Rp 800,- untuk semua jenis gorengan.
http://www.restodb.com/indonesia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar